KELOMPOK PEMERHATI BUDAYA DI PALU
“Pedati” pemerhati budaya dan tradisi adalah sekelompok pemuda yang tergabung dari pengamen jalanan aktifis pembaharu agraria dan seniman serta peneliti. Mereka mendirikan Pedati sebagai komunitas seni yang peduli terhadap perkembangan kebudayaan dan melakukan kerja revitalisasi budaya. mereka gelisah melihat keadaan yang kian hari telah mengeser nilaibudaya lama kearah jauh dari hati pemiliknya. gelisah mereka ini berujung dengan dibentuknya pedati 16 Februari 2006 beranggotakan 9 orang pekerja swadaya dan tek berharap gaji dan uang mereka terus kampanyanye dengan alat musik tradisional tampil dipanggung-panggung besar sampai diacara sunakatan bahkan peresmian taman kana-kanakpun mereka main tanpa memilih ruang yang penting budaya kaili kembali didengan dilihat dan dirasakan walaupun terlambat. Di kota Palu tempat lahir komunitas ini sebagian masyarakat sudah sangat mengenalinya, baik karena karyanya yang unik dan khas daerah, juga kerena kritikannya kepada pemerintah dan lembaga pengembang budaya yang tidak berfungsi secara baik. mereka juga selalu ada di mobil demonstran yang mengharapkan dukungan bila ada hakrakyat yang dirampas atau memperjuangakan nasip rakyat ke Dewan atau kekantor Walikota atau Gubernur dengan menyanyikan lagunya. Pilihannya adalah Negara harus lindung dan beri kesempatan kepada budaya untuk tumbuh dan berkembang tanpa ada tekanan dan paksaan dan tidak menghalangi aktifitas kebudayaan seperti membuat adat kampung dan tidak mengangap sesuatu tradisi yang dilakukan turun temurun adalah “sesat”. Jika ini terus diwacanakan ini adalah bagian dari penghancuran budaya.
Tinggalkan Balasan
Nama (wajib)
Senin, 07 Juli 2008
Langganan:
Postingan (Atom)
